Kamis, 20 Desember 2012

PEMAIN BOLA TERBAIK DUNIA






 
Daftar nama-nama pemain terbaik dunia – Berikut daftar pemenang penghargaan Pemain Terbaik Dunia versi FIFA sejak diadakan pertama kali tahun 1991:
1991 – Lothar Matthaeus (Jerman)
1992 – Marco van Basten (Belanda)
1993 – Roberto Baggio (Italia)
1994 – Romario (Brasil)
1995 – George Weah (Liberia)
1996 – Ronaldo (Brasil)
1997 – Ronaldo
1998 – Zinedine Zidane (Prancis)
1999 – Rivaldo (Brasil)
2000 – Zidane
2001 – Luis Figo (Portugal)
2002 – Ronaldo
2003 – Zidane
2004 – Ronaldinho (Brasil)
2005 – Ronaldinho
2006 – Fabio Cannavaro (Italia)
2007 – Kaka (Brasil)
2008 – Cristiano Ronaldo (Portugal)
2009 – Lionel Messi (Argentina)
Read more

BOLA EMAS


berapa kali c ronaldo mendapat sepatu emas

WRITTEN ON December 20, 2012 - 1:24 pm

Cristiano Ronaldo resmi dianugerahi gelar 'Sepatu Emas'

Cristiano Ronaldo resmi dianugerahi gelar 'Sepatu Emas' atas torehan golnya musim lalu. Ronaldo mendapatkan total 80 poin atas 40 gol yang diciptakannya musim lalu. Catatan gol tersebut membuatnya menjadi top skorer La Liga dengan mengungguli Lionel Messi (31 gol), serta Sergio Aguero dan Alvaro Negredo (20 ...

Torres Dapat Sepatu Emas di EURO 2012

Sepatu Emas buat Torres di Euro 2012. Ada enam pemain yang mencetak tiga gol di Piala Eropa kali ini. Tapi yang berhak mendapat Golden Boot adalah penyerang Spanyol, Fernando Torres. Selain Torres, ada nama Mario Gomez, Mario Balotelli, Mario Mandzukic, Cristianor Ronaldo dan Alan Dzagoev. Sebelum laga final di Olympic Stadion Kiev, ...

Hasil Liga Spanyol 2011/2012 Real Madrid Hajar Osasuna 7-1 di Santiago Bernabeu

Madrid berpesta gol saat menjamu Osasuna di Santiago Bernabeu, Minggu (6/11/2011). Los Merengues menghajar tamunya dengan skor telak 7-1. Cristiano Ronaldo belum berhenti mempertontonkan ketajamannya bersama Real Madrid. Hingga jornada ke-11 Liga Spanyol musim ini, penyerang internasional Portugal ini sudah membukukan empat kali hat-trick. Hat-trick terakhir Ronaldo tercipta dalam laga kontra Osasuna ...

Hasil Liga Spanyol 2011/2012 Real Madrid tekuk Real Betis 4-1

Real Madrid menaklukkan Real betis, 4-1 di lanjutan La Liga, Minggu 16 Oktober 2011. Gonzalo Higuain berhasil mencetak hattrick pertandingan ini. Dalam laga dini hari tadi, duet Kaka dan Oezil memang tampil cukup apik. Kaka sendiri menyumbang satu gol. Sementara itu, meski tidak menyumbang gol, namun Oezil menjadi ...

Spanyol Maju ke Final Setelah Menang Penalti lawan Portugal

Hasil Pertandingan Semi Final Portugal vs Spanyol Euro 2012. Setelah melewati 90 menit waktu normal dan dua kali extra time, akhirnya Spanyol mampu melaju ke final Piala Eropa 2012 usai menundukkan Portugal lewat adu penalti dengan skor 4-2. Dalam laga yang dihelat di Donbass Arena, Kamis (28/6/2012) dinihari WIB, baik Spanyol dan ...

Presiden Real Madrid Bantah Ronaldo Akan Hengkang Dari Santiago Bernabeu

Presiden Madrid Belum Bisa Ungkap Kesedihan Ronaldo Kesedihan yang dirasakan Cristiano Ronaldo akhirnya membuat Presiden Real Madrid, Florentino Perez, angkat bicara. Dia membantah jika hal itu dikarenakan Ronaldo ingin meninggalkan Madrid. Ronaldo membuat pernyataan yang mengejutkan dengan mengatakan bahwa dirinya sedang bersedih seusai laga melawan Granada di La Liga akhir pekan lalu. ...

Jerman Tetap Waspadai Ronaldo

Per Mertesacker Waspadai Permainan Ronaldo. Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain vital di timnas Portugal. Sadar jika Ronaldo adalah pemain yang sulit dihentikan, Per Mertesacker mengingatkan Jerman untuk mewaspadai kapten Portugal itu. Ronaldo menjadi andalan Portugal untuk menggedor pertahanan lawan. Ia sudah menunjukkan ketajamannya selama babak kualifikasi. Eks pemain Manchester United ini menjadi ...

Ronaldo Bawa Portugal Ke Semifinal Setelah Kalahkan Ceko 1-0

Hasil Pertandingan Perempat Final Ceko vs Portugal Euro 2012. Portugal sukses memetik kemenangan 1-0 atas Republik Ceko di babak perempatfinal. Cristiano Ronaldo mencetak satu-satunya gol yang mengantar Portugal ke babak semifinal. Memainkan laga perempatfinal di di National Stadium, Warsawa, Jumat (22/6/2012) dinihari WIB Portugal turun dengan kekuatan terbaiknya. Sementara Ceko tak diperkuat ...

Ronaldo Tak Akan Pindah ke City

Rumor Ronaldo Bakal Gabung City Masa depan Cristiano Ronaldo, setelah mengungkapkan kesedihannya bermain untuk Real Madrid, mulai dispekulasikan. Tapi, ia diyakini tak bakal bergabung dengan Manchester City. Ronaldo mengaku tak bahagia berada di Santiago Bernabeu seusai laga melawan Granada akhir pekan lalu. Usai mencetak dua dari tiga gol kemenangan Los Blancos, mantan ...

Klarifikasi Ronaldo Soal Isu Ingin Kenaikan Gaji

Ronaldo tegaskan hanya ingin membawa Madrid juara Cristiano Ronaldo angkat bicara soal isu dirinya ingin perpanjangan kontrak dari Real Madrid plus kenaikan. Ronaldo menegaskan fokusnya hanya untuk membawa Madrid menang, bukan memikirkan yang lain. Isu tersebut berawal dari raut muka Ronaldo yang terlihat sedih pasca mencetak dua gol saat Madrid menang 3-0 ...
Read more

diary cristiano roneldo










Even though I am having a little me time for once, I have still been reading the British newspapers. All the journalists say the same thing: "So long, Cristiano, even though we never really loved your selfish, cheating ways." I throw my head back and laugh, thinking of these unkempt old men. What they say is almost unimaginably painful to me. But I am lying by an infinity pool in the Hollywood Hills and Paris Hilton is giving me a pedicure, so I expect I will get on with my day as best I can.
But the bereaved British cannot be surprised. I never promise anything more than I can give. It is like when I date a girl, and she tells me she wants diamond earrings. I know the type of thing she is after. But I give her diamond earrings in the shape of CR7, my shirt number. This gesture ensures we understand each other.
For now, I simply enjoy my victory. Not that I am the only winner. I am pleased for Real Madrid, that they finally get what they desire so much. And, of course, I understand that my move is historic. Historic not simply for the money - which is agreeable - but genuinely historic. Certainly the most important thing to happen to Portugal since the Age of Discovery.
People say to me: do you really think you can turn Portugal into an imperial power again, using simply your unparalleled skill and metrosexual charm? I say, of course, but please don't call me metrosexual. I am soccersexual. For Cristiano Ronaldo, the neologisms must all be reinvented.
Read more

Senin, 17 Desember 2012

BUNDA




OH, BUNDA!










Rintik-rintik hujan akhirnya mulai turun, membasahi kota Jogja. Mendung yang sedari tadi menggelayut, kini mulai memuntahkan isinya. Beberapa pengendara motor mulai menepikan kuda besi mereka untuk sekedar berteduh ataupun memakai jas hujan. Dinginnya air hujan rupanya tak mampu mendinginkan panasnya hati Ava. Tanpa memedulikan tangannya yang mulai kebas akibat sengatan hawa dingin dan bajunya yang basah kuyup, Ava terus menggeber Astrea Grand-nya menuju kearah barat daya, tepatnya menuju kearah alun-alun utara keraton. Ditebasnya jalanan dengan sangat lincah, tak peduli dengan orang-orang yang mengumpat saat terkena cipratan air dari motornya. Pikirannya sangat kalut. Lalu tanpa diinginkannya, Ava kembali mengingat peristiwa yang membuat hatinya sangat marah itu.
***







“ Bun, uang buat bayar kuliah semester ini mana?” tanya Ava pada ibunya yang sedang menghitung uang hasil penjualan nasi pecel yang dijualnya tiap fajar di stasiun Lempuyangan. Raut muka ibunya langsung berubah. Gelisah.

“ Bunda cuma dapet segini, Le,” ucap Bunda seraya menyerahkan seluruh uang yang tadi dihitungnya. Ava agak kaget begitu menghitungnya kembali. Cuma dua ratus ribu lebih sedikit.

“ Bunda ini gimana sih? Kan aku udah minta sejak seminggu yang lalu, masak cuma segini? Kalau cuma segini, jelas nggak akan cukup.” Nada suara Ava mulai meninggi. Warna wajahnya pun mulai memerah, pertanda emosinya mulai tersulut. Bunda tahu persis hal itu. Insting seorang ibu, mungkin.








“ Tapi Bunda hanya punya uang segini, Le. Nanti kalau dagangan Bunda laris, uangnya buat kamu semua. Bu Nugroho, tetangga kita yang kaya itu, juga bersedia meminjami ibumu ini uang. Ndak usah kuatir,” ucap Bunda dengan logat khas Jogja, sembari mengelus kepala anak laki-lakinya itu, berusaha meredam emosinya. Dengan kasar, Ava menyentakkan tangan ibunya, lalu berteriak marah.

“ Bunda yang cuma tamat SMP tau apa?! Kalo besok aku nggak bayar biaya kuliah semester ini, aku bisa di-DO tau!” bentak Ava keras. Saking kerasnya, Nina adiknya, sampai keluar dari kamarnya.

“ Kakak apa-apaan sih?” tanya Nina.

Ava menjawabnya dengan ketus,” Diem kamu, anak kecil!”

“ Kakak tuh yang diem!” Emosi Nina ikut tersulut. “ Bicara sama orangtua tuh yang sopan. Malah dibentak-bentak. Dasar durhaka!”

Plak! Sebuah tamparan melayang ke pipi Nina.

“ Jaga mulutmu!” teriak Ava.



“ Kakak tuh yang jaga mulut!” Nina langsung membalas sambil memegangi pipi kirinya yang memerah akibat tamparan Ava. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Sang Bunda langsung memeluk anak perempuannya. Dia juga mulai menangis.

“ Udah, udah. Jangan berantem,” kata Bunda lirih. Ava langsung beranjak pergi meninggalkan kedua perempuan itu. Sang Bunda hanya berucap pelan, berulang-ulang.

“ Astaghfirullah.”

Tak terasa, Ava telah sampai di alun-alun utara. Suasana sore itu tak terlalu ramai, hanya ada beberapa lapak pedagang yang buka. Ava memilih duduk di salah satu bangku yang kosong, tepat dibawah pohon mahoni untuk mengeringkan pakaiannya yang basah dan menghilangkan sisa-sisa kejengkelan yang masih mengndap di dasar hatinya. Beberapa pengamen jalanan memainkan alat musik mereka. Ada gitar, harmonika, kendang, dan biola. Sederhana namun tetap nikmat untuk didengar. Tiba-tiba seorang violin jalanan duduk disampingnya. Kulitnya hitam, tapi raut wajahnya jenaka.



“ Mau request lagu, Mas? Cuma seribu per lagu,” tawar si violin. Ava merogoh sakunya dan menemukan uang dua ribu rupiah. Disodorkannya uang itu pada si violin.

“ Maen lagu apa aja, yang penting enak di telinga. Kembaliannya ambil aja.”

Si violin langsung bersiap mengambil nada awal. Saat biola mulai digesek, Ava kaget. Dia tahu persis lagu itu. Tak disangka, violin itu memainkan lagu bunda karya Melly Goeslaw. Tanpa sadar, Ava ikut bernyanyi mengiringi alunan lagu.
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang

Air mata Ava keluar tanpa mampu ditahannya. Ia terus menangis hingga si violin selesai membawakan lagunya.

“ Kenapa, Mas? Terharu, ya? Lha wong keturunan Mozart, je! Hehehe,” canda si violin.

“ Mas sih enak masih punya motor,” lanjutnya. “ Punya rumah, punya keluarga. Pasti enak. Nggak kayak saya. Hidup pindah-pindah. Rumah nggak punya. Orangtua nggak tau dimana.”

Violin itu terdiam sejenak. “ Tapi walaupun gitu, saya tetap bersyukur kok. Syukur masih bisa makan. Syukur masih bisa maen biola. Syukur masih bisa hidup.”

Perkataan pengamen itu membuat Ava tersadar. Apa yang telah kulakukakan? batin Ava. Padahal Bunda telah bersusah payah menghidupiku, tapi aku malah membentaknya. Aku bahkan tega menampar adikku sendiri! Dasar bodoh! Ava merutuki kebodohannya. Dia menyesal, sangat menyesal telah mengasari ibunya dan menampar adik satu-satunya.

Violin itu berkata lagi,” Saya pernah didawuhi seorang Kyai. Beliau berkata,’ Untuk urusan dunia, jangan lihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah. Lihatlah orang yang hidupnya lebih susah dari kita, supaya kita bersyukur sudah diberi nikmat lebih daripada orang lain.’ Gitu, Mas. Lho, lho, Mas. Mau kemana? Pulang?” tanyanya begitu melihat Ava bergegas menyalakan motornya. Ava ingin segera pulang ke rumah. Ke pelukan bunda.

Si violin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kebingungan. “ Apa aku salah bicara, ya?”

Saat Ava telah sampai dirumahnya yang berada di kawasan Danurejan, dilihatnya sang Bunda sedang duduk di beranda. Nina duduk disamping ibunya dengan muka ketus. Begitu melihat ank laki-lakinya pulang, wanita itu segera beranjak mendekatinya. Senyum terpatri di wajah keibuannya.

“ Alhamdulillah Le, kamu sudah pulang. Udah Bunda bilang, soal biaya kuliah, kamu nggak usah kuatir.” Sambil bicara, Bunda merogoh kantong bajunya lalu menarik sebuah kalung emas. Bunda tersenyum lagi.

“ Nanti kalung ini akan Bunda gadaikan. Uangnya buat kamu semua.”

Mendengarnya, Ava semakin merasa dirinya adalah anak yang sangat durhaka. Kalung itu adalah mas kawin yang diberikan ayahnya saat menikahi ibunya dulu. Kalung yang sangat disayangi ibunya. Ia sering melihat ibunya menangis sambil memeluk kalung itu, mungkin karena teringat pada ayah yang telah lama meninggal.

“ Bunda, pokoknya jangan pernah menjual kalung ini. Soal biaya kuliah, biar nanti Ava cari sendiri.” Ava berkata sambil menahan air matanya. Bunda menatapnya dengan bingung.

“ Lho kok…” Tanpa memberi kesempatan pada Bunda untuk bertanya, Ava memeluknya dengan sangat erat.










“ Maafin Ava, Bunda,” ucap Ava lirih, lalu ia menangis dalam pelukan ibunya. Bunda hanya tersenyum kecil, lalu berujar sambil mengelus kepala Ava.

“ Ndak papa, ndak papa. Kamu ndak pernah punya salah sama Bunda. Yang penting, minta maaf dulu sama adekmu. Tadi dia nangis terus.” Ava melepaskan diri dari sang bunda, lalu berjalan menuju Nina yang terus menatapnya. Ava berlutut di depan adiknya.

“ Maafin kakak, ya?” Nina memandang kedua bola mata Ava dengan lekat, lalu tersenyum.

“ Apologies accepted,” jawab Nina, memaafkan kakaknya. Ava lalu meraih Nina ke dalam pelukannya. Sang Bunda lalu memeluk kedua anaknya dengan sayang. Saat itu Ava bersumpah, dia takkan pernah lagi membiarkan ibu dan adiknya menangis. Dia akan membahagiakan mereka, apapun yang terjadi. Tak ada yang dapat menghentikannya. Tak ada!

Dan ava telah menyesali semua perbuatannya  dan tealh menjaadi anak yang berbakti pada keluarga dan tak perna lagi berbuat senono


SEKIAN DAN TERIMAKASI

Read more